Jumat, 20 Mei 2016

CARA MEMBENTUK KARAKTER ANAK


Peran keluarga terutama orang tua sangatlah penting dalam pembentukan budi pekerti dan karakter seorang anak. Pendidikan karakter sebaiknya ditumbuhkan sedini mungkin, khususnya di usia lima tahun pertama di mana masa belajar anak sedang mencapai puncaknya.


Betapa pentingnya pendidikan karakter bagi seorang anak. Sebab, karakter terbentuk dari lingkungan bukan dari bawaan lahir ( menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi ). Saat kehidupan anak masih secara dominan dipengaruhi oleh lingkungan rumah khususnya orang tua, sedangkan , jika pendidikan tersebut tidak dibangun, maka yang diterima seorang anak sejak dini akan meresap dan menetap ke dalam diri anak. Jika kita ingin mengubahnya tentunya membutuhkan perjuangan yang ekstra.

Dalam membentuk karakter anak ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti kedekatan orang tua dengan anak, ketelatenan orang tua dalam mendidik anak, pemberian kesempatan bagi anak untuk mengembangkan karakternya sendiri.

Berikut adalah 6 karakter penting pada anak yang perlu untuk ditumbuhkan karena dapat mempengaruhi sikap dan perilaku sehari – hari.

1. Kepercayaan Diri

Seorang anak yang mempunyai kepercayaan diri biasanya lebih berani dalam segala hal. Lebih berani menghadapi tantangan, lebih berani mencoba hal baru dan lain sebagainya. Dengan kepercayaan diri bisa mengasah bakat dan ketrampilan anak. Tak hanya itu, ketika seorang anak mendapatkan penghargaan atas keberaniannya secara timbal  balik sebenarnya bisa mendorong ia untuk lebih berprestasi lagi.

Begitupun sebaliknya, anak yang tidak mempunyai kepercayaan diri cenderung tidak berani mengekspresikan diri, tidak berani untuk tampil dan tidak berani mencoba tantangan baru. Hal ini bisa saja disebabkan karena ia kurang nyaman dengan lingkungannya. Terutama lingkungan keluarga.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri, orang tua sebaiknya memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan diri selama yang dilakukannya tidak membahayakan dan memberikan penghargaan atas keberaniannya walaupun hanya dengan memberikan tepuk tangan atau sanjungan.

2. Teguh Pendirian

Dalam lingkungan sekolah, pengaruh teman bisa lebih besar daripada lingkungan keluarga ketika seorang anak tidak memiliki pendirian yang kuat. Yang membuat seorang anak tidak bisa menolak ajakan teman – temannya.

Penyebab anak tidak memiliki teguh pendirian adalah karena anak tidak terbiasa untuk mengemukakan pendapatnya atau perasaannya tentang sesuatu. Ia selalu dipaksa untuk menurut dan dilarang berdebat atau berargumen.

Untuk menumbuhkan sikap teguh pendirian pada anak, yang perlu dilakukan orang tua adalah melakukan evaluasi dalam mengasuh anak, mengajak anak untuk melakukan hal positif, berikan contoh prinsip hidup orang tua agar si anak juga mempunyai prinsip.

3. Imajinasi

Seorang anak sering berkhayal untuk menjadi superhero idolanya, juga sering berimajinasi untuk menjadi apapun sesuai dengan keinginannya. Sebagai orang tua janganlah khawatir justru anak yang seperti ini yang mempunyai impian yang hebat.

Tugas orang tua adalah membimbing dan mengarahkan agar imajinasi positif anak bisa menjadi pemicu semangat anak dalam belajar. Dan membantu anak untuk mewujudkan impiannya tersebut.

4. Kejujuran

Menurut para ahli, anak berbohong adalah sesuatu yang wajar dalam usia sekolah dasar dengan alasan untuk membela diri atau mungkin meniru sikap lingkungan sekitarnya. Dampak buruknya jika orang tua selalu membiarkan anaknya berbohong, maka ia akan selalu berbohong dan tidak jujur terus – menerus dan sifat tersebut akan melekat pada diri si anak.

Penyebabnya adalah seorang anak yang melakukan kesalahan tidak berani mengungkapkan kebenaran karena takut mendapat hukuman dari orang tuanya. Atau bisa juga untuk melindungi diri dari kesalahan yang dibuatnya.

Untuk orang tua yang anaknya sering berbohong, pandanglah hal itu sebagai proses pembelajaran bagi anak untuk bersikap jujur. Jangan memarahi anak jika ia melakukan kesalahan kemudian berkata jujur supaya ia tidak jera karena kejujurannya. Perlu diingat bahwa menanamkan kejujuran sejak dini dapat membuat anak lebih percaya diri dan anak akan lebih menghargai hasil karya dirinya sendiri.

5. Jiwa kepemimpinan

Tidak semua anak mempunyai jiwa kepemimpinan, dan memang tidak mudah untuk menjadi pemimpin. Perlu proses dan latihan serta pembinaan karakter dasar lainnya. Namun jika ditumbuhkan sejak dini, anak akan menjadi pribadi yang bisa mengambil inisiatif, anak akan lebih percaya diri dan tahu apa yang harus dilakukan jika menemui hambatan.

Cara menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak adalah dengan memberikan kebebasan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya selama itu keputusan yang positif, orang tua juga perlu melatih anak untuk belajar mandiri dan biasakan anak untuk mengungkapkan pendapat secara lisan untuk melatih keberaniannya dalam berbicara.

6. Kepekaan terhadap lingkungan

Sikap ini perlu ditumbuhkan  dan perlu diasah supaya anak mempunyai jiwa sosial yang tinggi, peduli dengan keadaan sekitarnya, dan tidak egois. Anak yang mempunyai sikap empati cenderung lebih hangat dan lebih menyanangkan di lingkungan sosialnya.

Yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan contoh kepedulian terhadap keadaan sekitar, tunjukan sikap empati kita pada anak tentang apa yang dirasakan anak kita.

Selamat mencoba dan menerapkan tulisan dari kami semoga bermanfaat. Mohon kritik dan sarannya apabila ada kata – kata yang salah atau kurang pas.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar