Peran
keluarga terutama orang tua sangatlah penting dalam pembentukan budi pekerti
dan karakter seorang anak. Pendidikan karakter sebaiknya ditumbuhkan sedini
mungkin, khususnya di usia lima tahun pertama di mana masa belajar anak sedang mencapai puncaknya.
Betapa
pentingnya pendidikan karakter bagi seorang anak. Sebab, karakter terbentuk
dari lingkungan bukan dari bawaan lahir ( menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo,
Psi ). Saat kehidupan anak masih secara dominan dipengaruhi oleh lingkungan
rumah khususnya orang tua, sedangkan , jika pendidikan tersebut tidak dibangun,
maka yang diterima seorang anak sejak dini akan meresap dan menetap ke dalam
diri anak. Jika kita ingin mengubahnya tentunya membutuhkan perjuangan yang ekstra.
Dalam
membentuk karakter anak ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti
kedekatan orang tua dengan anak, ketelatenan orang tua dalam mendidik anak,
pemberian kesempatan bagi anak untuk mengembangkan karakternya sendiri.
Berikut
adalah 6 karakter penting pada anak yang perlu untuk ditumbuhkan karena dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku sehari – hari.
1.
Kepercayaan Diri
Seorang
anak yang mempunyai kepercayaan diri biasanya lebih berani dalam segala hal.
Lebih berani menghadapi tantangan, lebih berani mencoba hal baru dan lain
sebagainya. Dengan kepercayaan diri bisa mengasah bakat dan ketrampilan anak.
Tak hanya itu, ketika seorang anak mendapatkan penghargaan atas keberaniannya
secara timbal balik sebenarnya bisa
mendorong ia untuk lebih berprestasi lagi.
Begitupun
sebaliknya, anak yang tidak mempunyai kepercayaan diri cenderung tidak berani
mengekspresikan diri, tidak berani untuk tampil dan tidak berani mencoba
tantangan baru. Hal ini bisa saja disebabkan karena ia kurang nyaman dengan
lingkungannya. Terutama lingkungan keluarga.
Untuk
menumbuhkan kepercayaan diri, orang tua sebaiknya memberikan kebebasan kepada
anak untuk mengekspresikan diri selama yang dilakukannya tidak membahayakan dan
memberikan penghargaan atas keberaniannya walaupun hanya dengan memberikan
tepuk tangan atau sanjungan.
2.
Teguh Pendirian
Dalam
lingkungan sekolah, pengaruh teman bisa lebih besar daripada lingkungan
keluarga ketika seorang anak tidak memiliki pendirian yang kuat. Yang membuat
seorang anak tidak bisa menolak ajakan teman – temannya.
Penyebab
anak tidak memiliki teguh pendirian adalah karena anak tidak terbiasa untuk
mengemukakan pendapatnya atau perasaannya tentang sesuatu. Ia selalu dipaksa
untuk menurut dan dilarang berdebat atau berargumen.
Untuk
menumbuhkan sikap teguh pendirian pada anak, yang perlu dilakukan orang tua
adalah melakukan evaluasi dalam mengasuh anak, mengajak anak untuk melakukan
hal positif, berikan contoh prinsip hidup orang tua agar si anak juga mempunyai
prinsip.
3.
Imajinasi
Seorang
anak sering berkhayal untuk menjadi superhero idolanya, juga sering
berimajinasi untuk menjadi apapun sesuai dengan keinginannya. Sebagai orang tua
janganlah khawatir justru anak yang seperti ini yang mempunyai impian yang
hebat.
Tugas
orang tua adalah membimbing dan mengarahkan agar imajinasi positif anak bisa
menjadi pemicu semangat anak dalam belajar. Dan membantu anak untuk mewujudkan
impiannya tersebut.
4.
Kejujuran
Menurut
para ahli, anak berbohong adalah sesuatu yang wajar dalam usia sekolah dasar
dengan alasan untuk membela diri atau mungkin meniru sikap lingkungan
sekitarnya. Dampak buruknya jika orang tua selalu membiarkan anaknya berbohong,
maka ia akan selalu berbohong dan tidak jujur terus – menerus dan sifat
tersebut akan melekat pada diri si anak.
Penyebabnya
adalah seorang anak yang melakukan kesalahan tidak berani mengungkapkan
kebenaran karena takut mendapat hukuman dari orang tuanya. Atau bisa juga untuk
melindungi diri dari kesalahan yang dibuatnya.
Untuk
orang tua yang anaknya sering berbohong, pandanglah hal itu sebagai proses
pembelajaran bagi anak untuk bersikap jujur. Jangan memarahi anak jika ia
melakukan kesalahan kemudian berkata jujur supaya ia tidak jera karena
kejujurannya. Perlu diingat bahwa menanamkan kejujuran sejak dini dapat membuat
anak lebih percaya diri dan anak akan lebih menghargai hasil karya dirinya
sendiri.
5.
Jiwa kepemimpinan
Tidak
semua anak mempunyai jiwa kepemimpinan, dan memang tidak mudah untuk menjadi
pemimpin. Perlu proses dan latihan serta pembinaan karakter dasar lainnya.
Namun jika ditumbuhkan sejak dini, anak akan menjadi pribadi yang bisa
mengambil inisiatif, anak akan lebih percaya diri dan tahu apa yang harus dilakukan
jika menemui hambatan.
Cara
menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak adalah dengan memberikan kebebasan pada anak
untuk mengambil keputusan untuk dirinya selama itu keputusan yang positif,
orang tua juga perlu melatih anak untuk belajar mandiri dan biasakan anak untuk
mengungkapkan pendapat secara lisan untuk melatih keberaniannya dalam
berbicara.
6.
Kepekaan terhadap lingkungan
Sikap
ini perlu ditumbuhkan dan perlu diasah
supaya anak mempunyai jiwa sosial yang tinggi, peduli dengan keadaan
sekitarnya, dan tidak egois. Anak yang mempunyai sikap empati cenderung lebih
hangat dan lebih menyanangkan di lingkungan sosialnya.
Yang
harus dilakukan orang tua adalah memberikan contoh kepedulian terhadap keadaan
sekitar, tunjukan sikap empati kita pada anak tentang apa yang dirasakan anak
kita.
Selamat
mencoba dan menerapkan tulisan dari kami semoga bermanfaat. Mohon kritik dan
sarannya apabila ada kata – kata yang salah atau kurang pas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar