Sabtu, 21 Mei 2016

RAHASIA MEMARAHI ANAK AGAR PATUH DAN NURUT


Nasehat dan marah adalah 2 kata yang berbeda tetapi mempunyai arti yang hampir sama. Mengapa dikatakan hampir sama? Karena kedua kata itu biasanya muncul setelah anak melakukan kesalahan. Jika anak  berbuat kesalahan maka yang muncul adalah nasehat atau marah.


Hampir semua orang tua pernah menasehati anaknya dan juga pernah memarahi anaknya. Tentu saja banyak alasan orang tua menasehati dan memarahi anaknya, entah karena anaknya nakal, bandel, melawan bisa juga demi kebaikan anaknya sehingga orang tua sampai memarahi anaknya.

Tapi sebagai orang tua hendaknya berhati – hati dalam memarahi anak. Setelah dimarahi anak jadi patuh dan nurut ataukah justru malah menentang? Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian berikut;

1. Amati Perilaku Anak

Perhatikan perilaku anak secara cermat ketika ia melakukan kesalahan. Apa alasan seorang anak melakukan kesalahan? Apakah anak tidak paham perintah ataukah anak ingin mendapat perhatian dari orang tuanya.

Anak sering tidak paham perintah terutama anak yang masih kecil. Misal orang tua melarang anaknya bermain pisau karena berbahaya, tetapi karena si anak belum mengerti ia tetap melakukannya. Sebagai orang tua sebaiknya tidak hanya melarangnya, tapi memberikan penjelasan yang baik dan menjauhkan benda tersebut dari jangkauan anak.

Seorang anak biasanya melakukan kesalahan karena ingin mendapat perhatian dari orang tuanya. Mungkin karena orang tuanya terlalu sibuk sehingga si anak kurang mendapat perhatian. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah memberikan perhatian yang khusus agar si anak bisa merespon keinginan kita. Sesibuk apapun luangkan waktu untuk bercanda dengan si buah hati.

2. Beri Kepercayaan

Dengan memarahi anak dapat mengubah perilaku anak, tapi perubahan yang terjadi mungkin karena keterpaksaan dan ketakutan. Akan lebih baik jika perubahan perilaku tanpa didahului dengan kemarahan.

Ada saatnya seorang anak ingin mangambil keputusan sendiri, misalnya memilih baju yang akan dipakai, membeli makanan kesukaan, memilih teman bermain. Untuk itu berilah kepercayaan kepada anak  dengan menghargai kelebihan dan menerima kekurangan.

Dengan memberi kepercayaan kepada anak akan membuat ia lebih berhati – hati dalam bersikap, ia akan lebih mudah diarahkan dan lebih nurut. Ia juga akan merasa dihargai dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan orang tuanya.

3. Beri Penghargaan

Seorang anak yang biasa dimarahi akan terbiasa dan kebal, ia akan melakukan hal yang sama kepada teman – temannya. Si anak akan menganggap marah adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah. Ia juga akan melakukan sesuatu yang orang tua inginkan setelah ia dimarahi.

Berikan sanksi jika anak melakukan kesalahan dan berikan juga penghargaan kepada anak jika ia melakukan kebaikan. Dengan begitu si anak akan tahu apa yang akan diterima dari setiap perbuatannya. Ia akan tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan.

4. Kasih Sayang Agar tidak Menentang

Perlu diketahui oleh orang tua, bahwa seorang anak dapat memperlihatkan sikap menentang, sikap tidak mau menerima saran dan nasehat orang tua. Hal ini bisa disebabkan oleh pengaruh dari luar dirinya atau adanya faktor psikologis.

Faktor yang menjadi penyebab anak menentang diantaranya adalah orang tua yang menekan dan menuntut terlalu berlebihan, hubungan anak dan orang tua yang kurang harmonis, orang tua yang kurang memahami kebutuhan dan keinginan anak, pengaruh pergaulan anak dengan teman – temannya dan lain sebagainya.

Berikan kasih sayang yang tulus pada anak kita , agar anak kita juga menjadi pribadi yang penyayang. Karena seorang anak anak meniru sikap dan kebiasaan orang tuanya.

5. Ajak Kerjasama

Anak yang sering menentang orang tua memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap orang tuanya karena ia merasa kurang dihargai dan kurang diperhatikan.

Seorang anak yang sering diajak kerjasama oleh orang tuanya biasanya memiliki perilaku yang santun, hangat, ramah, percaya diri, mudah bergaul, dan berani mengeluarkan pendapatnya.

Kesimpulannya adalah sebagai orang tua boleh saja memarahi anaknya apabila berbuat kesalahan. Tapi perlu diketahui juga apa alasan anak kita berbuat demikian. Marahlah untuk mendidik anak kita, marahlah kepada anak kita jika sudah keterlaluan untuk mengajarkan kebaikan.   

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar