Jumat, 13 Mei 2016

CARA MEMBERI MAKAN BAYI



Apa yang terjadi jika orang tua yang bayinya mempunyai berat badan yang tidak memenuhi standar? Sudah tentu orang tua tersebut akan sedih dan khawatir. Karena berat badan adalah indikakator kesehatan dan perkembangan buah hati.


Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan bayi memiliki berat badan di bawah ideal. Seperti asupan gizinya kurang, kurangnya pengetahuan orang tua si bayi, gangguan kesehatan dan lain sebagainya.

Namun sayangnya banyak orang tua yang berpikir kurangnya berat badan si bayi dikarenakan kurangnya asupan gizi dan vitamin. Sehingga banyak orang tua yang memberikan suplemen dan vitamin dalam kemasan, padahal hal tersebut tidak menyelesaikan masalah.

Berikut adalah penyebab bayi kurus / tidak memenuhi standar;

-  Kurangnya asupan gizi  bayi merupakan salah satu penyebab bayi memiliki berat badan di bawah ideal. Dalam hal ini peran seorang Ibu sangat penting dalam menentukan asupan gizi bayi. Sebaiknya orang tua lebih cermat dan teliti dalam pemberian makanan pendamping ASI.

-  Faktor genetik juga mempengaruhi berat badan bayi. Yaitu berat badan dan kesehatan orang tua dapat mempengaruhi berat badan bayi walaupun sedikit pengaruhnya.

-  Bayi telah memasuki masa pertumbuhan tinggi badan, biasanya gerak dan aktivitasnya lebih aktif sehingga menyebabkan berat badanya mengalami penurunan. Jangan panik jika hal ini terjadi, selama penurunan berat badan bayi masih dalam batas normal.

-  Gangguan kesehatan sangat mempengaruhi penurunan barat badan bayi. Dalam kondisi ini bayi akan berkurang nafsu makannya dan cenderung sering menangis. Yang harus dilakukan orang tua segera membawanya ke dokter. 
  
Oleh karena itu seorang Ibu hendaknya mempelajari cara pemberikan makanan yang benar, dan apa saja yang harus seorang Ibu berikan pada si kecil. Agar si bayi berat badannya naik , sehat dan aktif.

1. Teratur dalam Pemberian Makan

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas, bayi akan mendapatkan makanan pendamping ASI. Hal terpenting dalam pemberian makanan pendamping ASI adalah gizi terutama kalori dan komposisi yang tepat. Seorang Ibu dapat menjadwalkan pemberian makanan pendamping ASI disesuaikan dengan usianya
.
-   Bayi usia 6-8 bulan: pemberian makan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan ASI. Makanan   berupa bubur halus yang dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar.

-  Bayi usia 9-11 bulan: pemberian makan 3-4 kali sehari dengan 1-2 kali selingan ASI. Makanan berupa makanan yang dicincang halus atau disaring kasar
.
-   Bayi usia 1 tahun: pemberian makan sudah seperti makanan anggota keluarga yang lainnya, 3 kali sehari dengan selingan ASI 2 kali sehari.

2. Berikan Buah Sebagai Selingan

Jadikan buah sebagai selingan, kombinasikan buah yang segar untuk dijadikan jus. Dengan dijadikan jus akan disukai oleh si kecil karena rasanya enak dan segar.

Untuk menaikan berat badan bayi pilihlah buah yang padat kalori. Alpukat, pisang atau daging kelapa muda adalah contoh buah yang mempunyai kalori tinggi. Berikan buah tersebut sebagai selingan makanan. Bisa juga tambahkan susu, kurma atau madu untuk menambah kalori.

3. Berikan Margarin / Mentega Pada Makanan

Pada dasarnya nutrisi yang diberikan pada anak haruslah seimbang. Antara karbohidrat , protein, dan lemak kadarnya harus sesuai dengan kebutuhan anak. Margarin / mentega adalah lemak yang mengandung vitamin A, B1, D, protein. Yang semuanya itu berguna bagi pertumbuhan anak.

Tambahkan margarin satu sendok teh kedalam makanan saat mengukus atau merebusnya. Cara ini berguna untuk menjaga vitamin dan mineral agar tidak rusak karena pemanasan. Penambahan margarin dapat membantu menaikan berat badan karena mengandung lemak.

4. Berikan Komposisi Makanan Pendamping dengan Benar

Hal ini sangat penting dilakukan oleh seorang Ibu. Menyusun komposisi makanan pendamping berguna untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dikonsumsi oleh bayi. Berikan komposisi 1:1 untuk karbohidrat dengan lauk dan sayur.

Selain komposisi, jadwal dan jumlah pemberian makanan pendamping ASI juga perlu diketahui. Seperti waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit, hanya boleh konsumsi air putih diantara waktu makan.

Selamat mencoba tips dari kami, semoga Ibu – Ibu yang membaca tulisan dari kami dapat menanambil manfaat dan menularkannya pada Ibu – ibu yang lainnya.   


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar