Apa
yang terjadi jika orang tua yang bayinya mempunyai berat badan yang tidak
memenuhi standar? Sudah tentu orang tua tersebut akan sedih dan khawatir.
Karena berat badan adalah indikakator kesehatan dan perkembangan buah hati.
Sebenarnya
ada banyak faktor yang menyebabkan bayi memiliki berat badan di bawah ideal.
Seperti asupan gizinya kurang, kurangnya pengetahuan orang tua si bayi,
gangguan kesehatan dan lain sebagainya.
Namun
sayangnya banyak orang tua yang berpikir kurangnya berat badan si bayi
dikarenakan kurangnya asupan gizi dan vitamin. Sehingga banyak orang tua yang
memberikan suplemen dan vitamin dalam kemasan, padahal hal tersebut tidak
menyelesaikan masalah.
Berikut
adalah penyebab bayi kurus / tidak memenuhi standar;
-
Kurangnya asupan gizi bayi merupakan salah satu penyebab bayi
memiliki berat badan di bawah ideal. Dalam hal ini peran seorang Ibu sangat
penting dalam menentukan asupan gizi bayi. Sebaiknya orang tua lebih cermat dan
teliti dalam pemberian makanan pendamping ASI.
-
Faktor genetik juga mempengaruhi berat
badan bayi. Yaitu berat badan dan kesehatan orang tua dapat mempengaruhi berat
badan bayi walaupun sedikit pengaruhnya.
-
Bayi telah memasuki masa pertumbuhan
tinggi badan, biasanya gerak dan aktivitasnya lebih aktif sehingga menyebabkan
berat badanya mengalami penurunan. Jangan panik jika hal ini terjadi, selama
penurunan berat badan bayi masih dalam batas normal.
-
Gangguan kesehatan sangat mempengaruhi
penurunan barat badan bayi. Dalam kondisi ini bayi akan berkurang nafsu
makannya dan cenderung sering menangis. Yang harus dilakukan orang tua segera
membawanya ke dokter.
Oleh
karena itu seorang Ibu hendaknya mempelajari cara pemberikan makanan yang
benar, dan apa saja yang harus seorang Ibu berikan pada si kecil. Agar si bayi
berat badannya naik , sehat dan aktif.
1.
Teratur dalam Pemberian Makan
Setelah
bayi berusia 6 bulan ke atas, bayi akan mendapatkan makanan pendamping ASI. Hal
terpenting dalam pemberian makanan pendamping ASI adalah gizi terutama kalori
dan komposisi yang tepat. Seorang Ibu dapat menjadwalkan pemberian makanan
pendamping ASI disesuaikan dengan usianya
.
- Bayi usia 6-8 bulan: pemberian makan 2-3
kali sehari dengan 1-2 kali selingan ASI. Makanan berupa bubur halus yang dilanjutkan
bertahap menjadi lebih kasar.
- Bayi usia 9-11 bulan: pemberian makan 3-4
kali sehari dengan 1-2 kali selingan ASI. Makanan berupa makanan yang dicincang
halus atau disaring kasar
.
- Bayi usia 1 tahun: pemberian makan sudah
seperti makanan anggota keluarga yang lainnya, 3 kali sehari dengan selingan
ASI 2 kali sehari.
2.
Berikan Buah Sebagai Selingan
Jadikan
buah sebagai selingan, kombinasikan buah yang segar untuk dijadikan jus. Dengan
dijadikan jus akan disukai oleh si kecil karena rasanya enak dan segar.
Untuk
menaikan berat badan bayi pilihlah buah yang padat kalori. Alpukat, pisang atau
daging kelapa muda adalah contoh buah yang mempunyai kalori tinggi. Berikan
buah tersebut sebagai selingan makanan. Bisa juga tambahkan susu, kurma atau
madu untuk menambah kalori.
3.
Berikan Margarin / Mentega Pada Makanan
Pada
dasarnya nutrisi yang diberikan pada anak haruslah seimbang. Antara karbohidrat
, protein, dan lemak kadarnya harus sesuai dengan kebutuhan anak. Margarin /
mentega adalah lemak yang mengandung vitamin A, B1, D, protein. Yang semuanya
itu berguna bagi pertumbuhan anak.
Tambahkan margarin satu sendok teh kedalam
makanan saat mengukus atau merebusnya. Cara ini berguna untuk menjaga vitamin
dan mineral agar tidak rusak karena pemanasan. Penambahan margarin dapat
membantu menaikan berat badan karena mengandung lemak.
4.
Berikan Komposisi Makanan Pendamping dengan Benar
Hal
ini sangat penting dilakukan oleh seorang Ibu. Menyusun komposisi makanan
pendamping berguna untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dikonsumsi oleh
bayi. Berikan komposisi 1:1 untuk karbohidrat dengan lauk dan sayur.
Selain
komposisi, jadwal dan jumlah pemberian makanan pendamping ASI juga perlu
diketahui. Seperti waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit, hanya boleh
konsumsi air putih diantara waktu makan.
Selamat
mencoba tips dari kami, semoga Ibu – Ibu yang membaca tulisan dari kami dapat
menanambil manfaat dan menularkannya pada Ibu – ibu yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar